Selasa, 11 Februari 2014

Kisah Nyata: Ketegaran Bara’ah, Gadis Cilik Penghafal Al-Qur’an & Pengidap Kanker


Al Qur’an Telah Membuatnya Seteguh Karang Menghadapi Ujian yang Datang Bertubi-tubi..

Berikut ini adalah kisah Bara’ah Abu Lail, gadis kecil yang menderita kanker ganas stadium akhir dan menjadi yatim piatu hanya dalam lima hari.

Bara’ah Abu Lail, hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun. Namun Allah lebih Menghendakinya bahagia di jannah-Nya. Anak kecil ini divonis terkena kanker ganas. Setelah ibunya lebih dulu meninggal dunia karena penyakit yang sama.

Namanya adalah Bar 'ah, seorang gadis berumur 10 tahun. Orang tua Bar 'ah adalah Dokter asal Mesir yang pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pada seusia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an berikut tajweednya , dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.

Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen dalam Islam dan ajaran-ajarannya … . Tiba-tiba suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah dilakukan test dan pemeriksaan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker yang ternyata sudah dalam  stadium akhir/kronis (sukar untuk disembuhkan/tidak dapat diselamatkan).

Ibunya berfikir bahwa dia harus memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … jadi Ibunya berkata kepadanya, “Bar`ah, aku akan pergi ke surga di depan-mu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… “

Gadis kecil itu tidak benar-benar memahami tentang apa yang coba Ibunya sampaikan. Tapi dia mulai merasakan adanya perubahan keadaan kesehatan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai larut malam, sampai ayahnya datang dan membawa Bar 'ah pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit menelepon Ayah Bar 'ah dan memberitahukan bahwa kondisi istrinya sangat buruk dan dia harus datang secepatnya, sehingga ayah Bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan langsung menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia meminta Bar’ah untuk tetap tinggal di mobil …  sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.


Ayah Bar’ah keluar dari mobil seraya berlinang air mata mencemaskan kondisi  istrinya. Ketika ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, Karena guncangan jiwa akibat musibah yang diterimanya, ia tidak fokus saat menyeberang jalan.

Qaddarullah, sebuah mobil menabraknya. Laki-laki itu pun meninggal seketika di hadapan putri tercintanya.....tak terbayangkan .. tangisan Bar 'ah yang berusaha mendekati ayahnya yang kini ia lihat tak bernyawa lagi.

Tragedi Bar`ah belum berakhir… setelah lima hari semenjak kematian sang ayah tercinta didepan matanya, akhirnya ibunya meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Untunglah teman-teman dari orangtuanya disekolah, Bar’ah dihubungkan dengan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.
Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes dan pemeriksaan di dapati Bar’ah juga mengidap kanker …  tapi sungguh mengejutkan setiap orang ketika Bar 'ah mengetahui kalau ia menderita kanker…. Dia hanya berkata :
“Alhamdulillah …. sebentar lagi aku akan menyusul papa dan mama….!!!”

Semua teman-teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya !  Ia bahkan begitu sabar menghadapi beratnya cobaan hidup yang dihadapinya.

Subhaanallaah… Al-Qur’an membuatnya seteguh karang menghadapi ujian yang bertubi-tubi datang.

Berita tentang Bar `ah dan kisahnya semakin tersebar, dan Saudi ketika mendengarnya memutuskan untuk mengurusnya …  ia mengirim Bar’ah ke Inggris untuk pengobatan penyakitnya.

Berikut adalah video suara terakhir dari Bara’ah, sesaat sebelum Allah memanggilnya kembali menghadap-Nya, di Jannah-Nya, Insya Allah. (oleh: Ustadz Fuad Al Hazimi, via: voa-Islam)
http://www.youtube.com/watch?v=Gurpc0Z4EwQ (Copy Link berwarna tersebut dan pastekan di tab baru)

Berikut ini adalah kisah Bara’ah Abu Lail gadis kecil yang menderita kanker ganas stadium akhir dan menjadi yatim piatu hanya dalam lima hari.[1]
Bara’ah Abu Lail , hafal Al Qur’an di usia 10 tahun. Namun Allah lebih Menghendakinya bahagia di jannah-Nya. Anak kecil ini divonis terkena kanker ganas. Setelah ibunya lebih dulu meninggal dunia karena penyakit yang sama.
Saat ibunya mengetahui umur nya tidak lagi panjang, sang ibu berkata kepada anaknya yang tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya :
"Anakku.... aku sebentar lagi ibu akan mendahului kamu menuju jannah allah. dan ibu ingin engkau setiap hari membacakan al qur’an yang telah engkau hafalkan di telinga ibu. kelak al qur’an itulah yang akan menjagamu di dunia (sepeninggal ibu …)
Demikianlah setiap sore gadis kecil ini membacakan Al Qur’an di telinga ibu yang terbaring lemah di rumah sakit.
Suatu hari ayah Bara’ah mendapat berita sangat penting dari rumah sakit bahwa kondisi istrinya kritis. Maka tanpa pikir panjang ia bergegas mengajak Bara’ah menuju rumah sakit. Sesampai di rumah sakit, sang ayah tidak ingin anaknya ikut bersamanya melihat apa yang terJadi dengan ibunya. Ia khawatir gadis kecil itu shock jika mendengar kabar kondisi terburuk yang terjadi pada ibunya. Rupanya sang istri benar-benar sedang kritis.
Dalam kondisi sangat berduka ayah Bara’ah bergegas menuju mobilnya untuk memberitahukan kondisi ibunya, namun Allah berkehendak lain. Karena guncangan jiwa akibat musibah yang diterimanya, ia tidak fokus saat menyeberang jalan.
Qaddarullah, sebuah mobil menabraknya. Laki-laki itu pun meninggal seketika di hadapan putri tercintanya. Bara’ah menangis tersedu-sedu sambil memangku jasad ayahnya tercinta yang sudah tak bernyawa lagi.
Belum selesai musibah yang harus dihadapi gadis kecil ini, lima hari berselang dari wafatnya sanga ayah, ibunya tercinta pun menyusul dipanggil Allah menghadap-Nya. Tinggallah Bara’ah sebatang kara di negeri orang. Kedua orangtua Bara’ah adalah warga negara Mesir yang bekerja sebagai tenaga medis di Arab Saudi.
Tidak berselang lama, tanpa sebab tanpa gejala apapun sebelumnya, gadis kecil ini merasakan kesakitan yang luar biasa sebagaimana dialami oleh ibunya. Setelah diperiksa oleh dokter, ternyata ia pun mengidap penyakit kanker stadium akhir seperti yang dialami oleh ibunya. Namun dengarlah apa yang diucapkan gadis kecil ini ketika ia tahu apa yang dialaminya :
alhamdulillah …. sebentar lagi aku akan menyusul papa dan mama….!!!”

Seluruh yang mendengar ucapan gadis kecil itu terkejut bukan kepalang. Ujian dan musibah yang bertubi-tubi menimpa anak sekecil itu tetapi tidak sedikit pun membuatnya putus asa atau gundah gulana. Ia bahkan begitu sabar menghadapi beratnya cobaan hidup yang dihadapinya.
Subhaanallaah… Al-Qur’an membuatnya seteguh karang menghadapi ujian yang bertubi-tubi datang
Seorang dermawan Saudi Arabia lalu membiayainya untuk berobat ke Inggris. Dan berikut adalah suara terakhir dari Bara’ah sesaat sebelum Allah Memanggilnya menghadap-Nya di Jannah Nya, Insya Allah :
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/mujahid/2013/04/25/24186/kisah-ketegaran-baraah-gadis-cilik-hafal-alquran-penderita-kanker/#sthash.GUmOKBQv.dpufAl Qur’an Telah Membuatnya Seteguh Karang Menghadapi Ujian yang Datang Bertubi-tubi..

Berikut ini adalah kisah Bara’ah Abu Lail, gadis kecil yang menderita kanker ganas stadium akhir dan menjadi yatim piatu hanya dalam lima hari.

Bara’ah Abu Lail, hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun. Namun Allah lebih Menghendakinya bahagia di jannah-Nya. Anak kecil ini divonis terkena kanker ganas. Setelah ibunya lebih dulu meninggal dunia karena penyakit yang sama.

Namanya adalah Bar 'ah, seorang gadis berumur 10 tahun. Orang tua Bar 'ah adalah Dokter asal Mesir yang pindah ke Arab Saudi untuk mencari kehidupan yang lebih baik. Pada seusia ini, Bar`ah telah menghafal seluruh Al Qur’an berikut tajweednya , dia sangat cerdas hingga gurunya pernah mengatakan bahwa dia paling unggul untuk anak seusianya.

Dia hidup dalam keluarga kecil yang berkomitmen dalam Islam dan ajaran-ajarannya … . Tiba-tiba suatu hari ibunya mulai merasa sakit perut yang parah dan setelah dilakukan test dan pemeriksaan, diketahuilah bahwa ibu bar’ah menderita kanker yang ternyata sudah dalam  stadium akhir/kronis (sukar untuk disembuhkan/tidak dapat diselamatkan).

Ibunya berfikir bahwa dia harus memberitahu putrinya, terutama jika ia terbangun suatu hari dan tidak menemukan ibunya di sampingnya … jadi Ibunya berkata kepadanya, “Bar`ah, aku akan pergi ke surga di depan-mu, tapi aku ingin kamu selalu membaca Al-Qur'an dan menghafalkannya setiap hari karena Ia akan menjadi pelindungmu kelak… “

Gadis kecil itu tidak benar-benar memahami tentang apa yang coba Ibunya sampaikan. Tapi dia mulai merasakan adanya perubahan keadaan kesehatan ibunya, terutama ketika ia mulai dipindahkan ke rumah sakit untuk waktu yang lama. Gadis kecil ini menggunakan waktu sepulang sekolahnya untuk menjenguk ibunya ke rumah sakit dan membaca Quran untuk ibunya sampai larut malam, sampai ayahnya datang dan membawa Bar 'ah pulang.

Suatu hari pihak rumah sakit menelepon Ayah Bar 'ah dan memberitahukan bahwa kondisi istrinya sangat buruk dan dia harus datang secepatnya, sehingga ayah Bar’ah menjemput Bar `ah dari sekolah dan langsung menuju ke rumah sakit. Ketika mereka tiba di depan rumah sakit ia meminta Bar’ah untuk tetap tinggal di mobil …  sehingga ia tidak akan shock jika ibunya meninggal dunia.


Ayah Bar’ah keluar dari mobil seraya berlinang air mata mencemaskan kondisi  istrinya. Ketika ia menyeberang jalan untuk masuk rumah sakit, Karena guncangan jiwa akibat musibah yang diterimanya, ia tidak fokus saat menyeberang jalan.

Qaddarullah, sebuah mobil menabraknya. Laki-laki itu pun meninggal seketika di hadapan putri tercintanya.....tak terbayangkan .. tangisan Bar 'ah yang berusaha mendekati ayahnya yang kini ia lihat tak bernyawa lagi.

Tragedi Bar`ah belum berakhir… setelah lima hari semenjak kematian sang ayah tercinta didepan matanya, akhirnya ibunya meninggal dunia juga. Dan kini gadis kecil ini sendirian tanpa kedua orangtuanya. Untunglah teman-teman dari orangtuanya disekolah, Bar’ah dihubungkan dengan kerabatnya di Mesir, sehingga kerabatnya bisa merawatnya.

Tak berapa lama tinggal di mesir gadis kecil Bar`ah mulai mengalami nyeri mirip dengan ibunya dan oleh keluarganya ia lalu di periksakan, dan setelah beberapa kali tes dan pemeriksaan di dapati Bar’ah juga mengidap kanker …  tapi sungguh mengejutkan setiap orang ketika Bar 'ah mengetahui kalau ia menderita kanker…. Dia hanya berkata :
“Alhamdulillah …. sebentar lagi aku akan menyusul papa dan mama….!!!”

Semua teman-teman dan keluarganya terkejut. Gadis kecil ini sedang menghadapi musibah yang bertubi-tubi dan dia tetap sabar dan ikhlas dengan apa yang ditetapkan Allah untuknya !  Ia bahkan begitu sabar menghadapi beratnya cobaan hidup yang dihadapinya.

Subhaanallaah… Al-Qur’an membuatnya seteguh karang menghadapi ujian yang bertubi-tubi datang.

Berita tentang Bar `ah dan kisahnya semakin tersebar, dan Saudi ketika mendengarnya memutuskan untuk mengurusnya …  ia mengirim Bar’ah ke Inggris untuk pengobatan penyakitnya.

Kamis, 06 Februari 2014

5 langkah cara mengganti background twitter dengan gambar sendiri

Hari ini saya akan kasih tahu sobat cara mengganti background twitter dengan gambar sendiri...
ok lansung saja ke TKP...

1.      Masuk dulu ke akun twitter sobat...(yaa iyaalaah...)


2.      Klik icon yang Bergerigi di sebelah kanan atas dan pilih settings hingga tampilannya seperti di bawah ini dan Klik design...
3.       Pada menu design klik Change background dan pilih Choose existing image

 
4.       cari di drive mana sobat menyimpan gambar yang akan sobat jadikan background, dan klik open
5.       Scroll ke bawah pada mouse dan klik save changes...enjoy...

Minggu, 26 Januari 2014

Cara Membuat Avatar dengan CorelDraw

Kali ini saya akan share tentang cara membuat kartun foto kita sendiri dengan menggunakan CorelDraw X4 dan Photoshop... sebenarnya saya sih hanya coba-coba saja tapi setelah di lihat hasilnya ternyata bagus juga bahkan menurut saya hasilnya lebih bagus debandingkan dengan hasil dari photoshop..ok lansung saja..sebelum kita membuat kartun. Terlebih dahulu kita mengubah efek foto tersebut ke efek poster edges di photoshop sebagai dasarnya saja disini saya menggunakan foto saya (kiri) dengan sahabat saya. Ikuti langkahnya yaa sob..
1. Impor foto ke photoshop.

2. Klik Filter-Artistic-Poster Edges dan kilik OK
3. Kurang lebih hasilnya seperti ini nih sob...
4. Simpan filenya dengan format JPG dan ekspor ke CorelDraw Setelah itu kita mulai membuat kartun foto kita sendiri.
.
5. Pada tool bar yang sebelah kiri pilih Pen Tool
6. Perbesar gambarnya dan kita ikuti garis-garis pada objek tersebut dengan menggunakan Pen Tool tadi
 
7. Kita samakan warna objek yang telah kita buat dengan objek yang sudah ada caranya pilih eyedropper tool dan klik pada objek yang akan kita beri warna, sehingga warna pada fill color sama dengan warna pada objek...
 
8. Pilih paintbucket tool dan klik pada objek tersebut
 
9. Sehingga hasilnya kurang lebih seperti di bawah ini.
 
10. hilangkan garisnya dengan cara pilih outline dan klik none
 
11. Selanjutnya ikuti langkah 6 s/d langkah 10 sampai hasilnya seperti dibawah ini
 
12. Ok dech sob sekian tutorial dari saya...selamat mencoba yaa semoga sukses...